Friday, March 26, 2010

Kamu Harus Tahu tentang Kencing Manis

Dapet bahan bagus lagi nih buat yg masih mau tau soal kencing manis a.k.a Diabetes. Check this out....

Apa itu penyakit Diabetes Melitus ?

Penyakit Diabetus Melitus / kencing manis / sakit gula adalah penyakit kronik dengan konsentrasi gula dalam darah yang tinggi.
Siapa saja yang beresiko terkena penyakit Diabetes ?

Seseorang yang :

  • Mempunyai saudara, orangtua atau kakek-nenek dengan Diabetes.
  • Obesitas (gemuk) atau berat badan lebih.
  • Usia diatas 45 tahun.
  • Prediabetes (glukosa darah puasa atau sesudah makan melebihi normal atau toleransi glukosa terganggu).
  • Mempunyai tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
  • Melahirkan bayi lebih dari 4 kg.

Apa penyebab penyakit Diabetes ?

Faktor keturunan atau genetik merupakan penyebab utama. Untuk diabetes tipe 2, faktor lingkungan, obesitas dan kurangnya aktifitas fisik merupakan pemicu utama penyakit ini. Orang dengan Diabetes pada mulanya mengalami suatu keadaan yang dinamakan “resistensi insulin” sebelum mereka gemuk. Dengan bertambahnya umur, kebiasaan makan tidak sehat, obesitas dan tidak melakukan aktifitas fisik secara bersama-sama dapat memicu terjadinya Diabetes.
Bagaimana gejala penyakit Diabetes ?

Gejala penyakit Diabetus adalah sebagai berikut :

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Cepat merasa haus dan lapar.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Cepat merasa lelah dan mengantuk.
  • Luka yang sukar sembuh.
  • Gatal-gatal sekitar kelamin.
  • Kesemutan pada kaki / tungkai.
  • Kemampuan seks menurun.
  • Penglihatan kabur (seringnya berganti ukuran kacamata).
  • Melahirkan bayi lebih dari 4 kg.

Kapan seseorang disebut menyandang penyakit Diabetes ?

Seseorang dikatakan sebagai penyandang penyakit Diabetus Melitus bila pada pemeriksaan laboratorium kimia darah, konsentrasi glukosa darah dalam keadaan puasa (GDP) pagi hari > 126 mg/dL dan/atau 2 jam sesudah makan > 200 mg/dL, atau glukosa darah sewaktu (GDS) melebihi 200 mg/dL.
Apa akibat penyakit Diabetes ?
Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan terjadinya perubahan serius pada jantung, syaraf, ginjal, dan mata. Kelainan tersebut disebut Komplikasi Diabetes.
Seseorang bisa mengalami Diabetes selama bertahun-tahun tanpa mengetahui bahwa orang tersebut sudah terkena Diabetes Melitus. Konsentrasi glukosa darah yang tinggi dapat merusak bagian/organ tubuh. Oleh karena itu pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Pengendalian Diabetes melitus dilakukan dengan mengusahakan agar konsentrasi glukosa darah mendekati normal sehingaa dapat menghentikan atau memperlambat kerusakan pada mata, syaraf, dan ginjal.
Bagaimana mencegah penyakit Diabetes ?
Dengan gaya hidup sehat yaitu konsumsi makanan dengan gizi seimbang, tinggi serat dan rendah lemak serta melakukan aktifitas fisik 30 menit setiap hari sehingga tercipta berat badan ideal.
Apa saja jenis penyakit Diabetes ?
Penyakit Diabetus Melitus terdiri dari :
Diabetes Melitus tipe 1 : (Diabetus Melitus tergantung insulin).
Penyandang Diabetus Melitus tipe 1 adalah anak-anak dan para remaja, tidak gemuk, dan bila penyakitnya diketahui harus menggunakan insulin. Pankreas sangat sedikit membentuk insulin atau bahkan tidak sama sekali.
Diabetes Melitus tipe 2 : (Diabetus Melitus tidak tergantung insulin).
Penyandang Diabetus Melitus tipe 2 biasanya sudah dewasa atau berusia lanjut dan agak gemuk.
Apa yang harus dilakukan jika telah terkena Diabetes ?
Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, baik oleh petugas kesehatan atau siapapun. Tetapi Diabetes Melitus dapat dikendalikan dengan makanan sehat dengan gizi seimbang, tinggi serat dan rendah lemak serta melakukan aktifitas fisik / latihan jasmani seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari secara teratur sehingga mencapai berat badan ideal. Dan sebaiknya memeriksakan glukosa darah pada saat puasa dan sesudah makan. Apabila makanan sehat, latihan jasmani, dan obat diabetes tidak dapat menurunkan glukosa darah anda, mungkin anda perlu suntikan insulin. Anda mungkin perlu menggunakan insulin saja tanpa tablet tau insulin dengan tablet.
Apa saja komplikasi yang disebabkan karena Diabetes ?

Konsentrasi glukosa darah yang tinggi terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi kronis. Terutama pada pembuluh darah besar dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung., stroke dan gangren kaki / tungkai, sedangkan pada pembuluh darah kecil mengakibatkan kerusakan pada mata, ginjal dan syaraf.
Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah:

  • Gangguan kemampuan seksual.
  • Serangan jantung (infark jantung).
  • Stroke.
  • Gangren diabetikum dengan akibat amputasi kaki.
  • Kebutaan.
  • Gagal ginjal sehingga perlu cuci darah.

Cegah Diabetus Melitus, kenali gejalanya, lakukan Gaya Hidup Sehat mulai sekarang...!!!

Sumber : Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI

sumber dari sini

Tuesday, March 23, 2010

Oyong Sebagai Antidiabetes

dapet email dari temen kantor soal oyong sebagai makanan anti diabetes, berikut saya salin disini..

JAKARTA-- Sayur oyong tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia . Oyong yang memiliki nama latin, Luffa Cylindrica sering pula dikenal dengan gambas atau ceme. Buahnya bersiku-siku memanjang kulitnya keras layaknya katus sedangkan dagingnya lunak dan halus berwarna hijau.Tak berbeda dengan komoditas lainya, oyong tumbuh subur di daerah penggunungan.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memahami manfaat oyong untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu daerah yang tahu akan khasiat Oyong adalah Jawa Barat.

Konon, sebagian besar masyarakat Jawa Barat mengkonsumsi biji buah itu setiap kali pemeriksaan darah menjelang berhaji. Mereka cukup mengkonsumsi 2 biji setiap hari selama 2 minggu untuk mendapatkan kadar gula dalam darah yang tidak terlalu tinggi. Secara otomatis, saat gula darah akan diukur, para calon haji lolos dari jeratan angka kadar gula yang terlalu tinggi.

Lantas apa rahasia dibalik khasiat oyong? Kandungan Cucurbitasin jawabannya. Kandungan senyawa cucurbitasin dalam biji oyong berperan dalam menurunkan gula darah. Beragam penelitian memang membuktikan senyawa yang terkandung pada anggota famili Cucurbitaceae ini sebagai antidiabetes

Tak hanya berkasiat bagi diabetes, oyong dapat menyembuhkan penyakit semisal, Radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI)b>. Berikut langkah yang perlu dilakukan :

  • Bagi penderita radang usus, disarankan ambil oyong yang sudah tua secukupnya. Potonglah oyong dan jemur hingga kering dan tumbuklah hingga halus. Setiap 20 gram bubuk oyong diseduh air panas setengah gelas dan minumlah 1-2 kali sehari.
  • Bagi penderita asma, ambil oyong muda beserta tangkainya dan buatlah jus. Minumlah jus oyong ini 2 kali sehari secara teratur.
  • Sedangkan, untuk radang tenggorokan, bisa mengkonsumsi satu buah oyong muda dalam bentuk jus dan tambahkan ke dalamnya gula batu atau gula pasir. Minumlah 2-3 kali sehari secara teratur.
  • Oyong juga berkhasiat menambah volume Air Susu Ibu. Caranya, buah oyong dan bijinya dipanggang, lalu ditumbuk halus. Seduhlah setiap 6 gram bubuk oyong dengan setengah gelas air panas, minumlah 1-2 kali sehari.
  • Untuk anak-anak yang menderita cacingan bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi biji oyong hitam 30 gram sedangkan untuk dewasa 40-50 gram. Oyong ditumbuk halus, seduhlah bubuk biji oyong itu dengan air panas secukupnya, minumlah sehari sekali.
  • Penderita radang kelenjar telinga juga bisa memanfaatkan oyong sebagai obat alternatif. Caranya, Ambil oyong 500 gram dipotong kecil-kecil dan campurkan dengan daun sambiloto sebanyak 50 buah. rebuslah kedua bahan itu dengan air 2 liter, biarkan hingga air rebusan tersisa 500 cc, dan minumlah 2-3 kali sehari.
  • Untuk melancarkan peredaran darah, ambil oyong 205 gram dan jamur kuping hitam 20 gram, masaklah sesuai selera dan masakan tersebut berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah. Tertarik, selamat mencoba.

Rekan2

Jika ada teman2/keluarga/ kerabat/tetangga yang memiliki riwayat diabetes, boleh dicoba apa yang ditulis oleh Robert Som tsb, saya sendiri memiliki riwayat turunan diabetes, dan setelah saya coba mengikuti terapi tsb, ternyata memiliki khasiat dan manfaat, sekarang ini tingkat gula saya berkurang secara bertahap, dan saya mulai menghentikan penggunaan obat Glucopage850 yang selama ini saya konsumsi secara rutin. Namun dianjurkan tetap menghindari makanan yang terlalu manis dan batasin asupan karbohidrat.

Best Regards,
ROBERT SOM
Yup, sekarang kembali ke pengalaman saya.. terus terang sebelumnya saya belum pernah coba sayur oyong. Setiap orang rumah masak, saya selalu gak makan karena saya kira pare yang rasanya pahit :p

Setelah terkena diabetes, saya coba makan sayur oyong karena oyong merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa bebas saya makan karena kandungan kalorinya dapat diabaikan selain ketimun, labu air, lobak, slada air, dan tomat (setidaknya demikian yg tertulis di fotocopy-an yang dikasih oleh ahli gizi). Pertama kali makan, memang enak..!!! hehehe... seger di tenggorokan, akhirnya malah nagih minta dibikinin terus supaya bisa makan banyak hehehehe...

btw, untuk teman-teman saya ingatkan sekali lagi... jaga pola makan dan ikuti gaya hidup sehat. jangan nunggu di vonis kena diabetes type 2 baru pada nyesel,, atur makan dan olahraga minimal jalan kaki 1/2 jam setiap pagi..

yuk kita hidup sehat...

Friday, March 19, 2010

10 kebiasaan kecil penyebab diabetes

Dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”. Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit.
Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis

Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas).

Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia.
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis.
Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi , Vietnam, berlipat ganda.
Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas.
Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.

Sumber : Prevention

Note : Untuk kasus saya, harus saya akui point nomor 2,4,5 dan 10 sangat-sangat saya sukai. Untuk kalian semua, jagalah kesehatan sedini mungkin.

artikel dicopy dari http://informasi-diabetes.com

Thursday, March 18, 2010

daun salam untuk saya


Daun Salam (eugenia polyantha) adalah tanaman berupa pohon yang tingginya mencapai 25 m. Tumbuhan dari suku myrtaceace ini tersebar mulai dari Burma sampai dengan Pulau Jawa. Di daerah Jawa, tanaman ini sering disebut manting, di daerah Madura dan Sunda, disebut salam, sedangkan di Sumatera disebut meselengan. Daun tumbuhan ini berbentuk lonjong, berbau sedap jika diremas sehingga banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna merah jika sudah tua.

Cara membuat ramuan:

  • Daun salam sebanyak 75-100 gr direbus dalam tiga gelas air hingga tinggal setengahnya. Air rebusannya kemudian didinginkan dan disaring, lalu diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.
  • Hari berikutnya, daun salam yang telah direbus itu ditambah air sama banyak, direbus lagi sampai tinggal setengahnya.
  • Air rebusannya di-minum lagi dengan cara yang sama. Hari ketiga, daun salamnya diganti dengan yang baru, lalu direbus lagi, dan diminum kembali seperti cara tersebut di atas. Hal itu dilakukan sampai kadar gula dalam darah kembali normal.

kalo baca artikel yang saya copy dari indo diabetes diatas rasanya jadi geli sendiri. Pada saat saya di rumah sakit ada beberapa saudara yang menyarankan agar saya meminum air rebusan daun salam ini yang pada akhirnya di implementasikan oleh sang istri saat saya sudah dirumah. pagi-pagi udah minta ijin sama tetangga buat ngambil daun salam-nya, ngambil kira-kira 20 lembar langsung direbus sama istri.

gak berapa lama.... ditarolah itu gelas gede berisi air rebusan daun salam yang wanginya hhmmm... terus terang bikin saya mual hehehe... cium baunya aja mual, bisa bayangin gimana saya minumnya. akhirnya air itu saya minum sedikit-sedikit sampe habis. dan itu saya minum sehari dua kali selama seminggu.

Untunglah tuhan menunjukan cara meramu yang baik dan benar (menurut saya hehehe ). Menurut artikel diatas saya cukup meminum air rebusan daun salam itu sebanyak SETENGAH GELAS saja !! sedangkan selama ini saya minum air tersebut sekitar 4 kali lipatnya hahahaha... saya langsung kasih liat artikel tersebut ke istri, dan komentar istri singkat aja..

"untung kamu gak mabok daun salam yah sayang..."

GUBRAX....

i still love you sayang, buktinya sekarang udah gak minum obat lagi... mungkin gara-gara air daun salam itu hehehe...