Wednesday, July 28, 2010

Propolis eng..ing..eng...

Hai semua.. udah ampir sebulan nih pake propolis. kita review apa aja yg terjadi selama hampir sebulan ini..

  1. karena gwe udah pake propolis, maka untuk sementara minum sambiloto dihentikan (yeah...) frekuensi minum 2 kali yaitu pagi dan malam.
  2. terus terang sesuai pengakuan dosa gwe di postingan kemaren. hampir sebulan ini aktifitas olahraga jalan tiap pagi bener2 hampir berhenti total. gwe juga gak tau kenapa rasanya males bgt untuk jalan pagi di rumah baru ini, hawanya tidur terus hehehhe... DAN INI TIDAK BAIK !!!
  3. kemaren cek gula darah hasilnya 100 setelah makan. alhamdulillah....
  4. masih belom kebeli alat buat cek gula darah, jadi masih cek di apotik.
  5. untuk makan juga udah mulai longgar nih, gak dijaga bgt. dan ini sekali lagi TIDAK BAIK !!
  6. pola makan saat ini adalah : pagi sarapan dengan nasi putih, jam 9 cracker, jam 12 makan siang, jam 3 cracker, dan jam 7 makan malem. nah kadang2 gwe agak2 nakal di sekitar jam 9 atau jam 3 dimana gwe nambah gorengan atau yg lain hehehe...
  7. perut gwe udah agak buncit lagi gara2 jalan paginya stop :( payah..payah...
ok deh, segitu aja update perkembangan bulan ini. oh perutku, rata lagi dong kaya bulan2 kemaren plis...

Friday, July 2, 2010

Samiloto... i,m comiiinnngggg....


Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lembab, atau di pekarangan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Sambiloto sering disebut juga Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda).

Konon katanya Sambiloto ini bisa juga buat memerangi Diabetes, oleh karena alasan itulah minggu kemaren saya dikasih oleh-oleh daun sambiloto yang udah di jemur satu kantong. berikut pengalaman minum sambiloto perdana saya... cekidot.

Jam 9 malem, isi air panas satu gelas, trus kasih samiloto secukupnya. tutup gelas trus tinggal tidur. Paginya setelah mandi dll sekitar jam 6 minum air samiloto, dan kau tau apa ?? pait-nya edunnn !!!! kagak nahaaaannnnn...!!!

Sumpah dah, gwe bener-bener merindukan rebusan air daun salam hehehehe. padahal dulu gwe juga sama gak sukanya tuh.

Btw, mau ngaku dosa nih. udah seminggu ini gwe gak olah raga tiap pagi, udah gitu makan gak teratur. pokoknya sindrom udah ngerasa enak menerpa gwe sehingga tingkat kewaspadaan terhadap DM menurun. kacau deh ah, gwe bener-bener harus menata lagi pola makan nih.

dan untuk Sambiloto, loe kira gwe gak berani minum loe lagi HAH !!! gwe tambahin madu tau rasa loh Hahhahahaha....

Buah yang Boleh dan Tak Boleh untuk Penderita Diabetes (re-write dari detikHealth)

Penderita diabetes memang harus sangat menjaga makanannya, termasuk dengan buah-buahan manis. Tapi bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan buah. Buah apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi penderita diabetes?

Penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi sembarangan makanan apalagi yang berhubungan dengan glukosa, karenanya diperlukan kontrol yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul.

"Walaupun banyak buah yang manis, tapi tidak semua buah mengandung glukosa. Jadi penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi beberapa buah," ujar Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, dalam acara konferensi pers Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Dr Sam menjelaskan bahwa manis pada buah berasal dari gula buah atau dikenal dengan fruktosa. Tapi memang ada beberapa buah yang mengandung glukosa dan penderita diabetes harus menghindarinya.

Buah yang dianjurkan untuk penderita diabates (kandungan glukosa rendah) antara lain:


  1. Alpukat
  2. Apel
  3. Pir
  4. Jeruk

Buah yang harus dipantang bagi penderita diabetes (kandungan glukosa tinggi) antara lain:

  1. Duren
  2. Pisang
  3. Mangga
  4. Nanas
  5. Sirsak
  6. Nangka
  7. Sawo
"Untuk porsi makannya tetap 10 porsi, 10 jenis dan 10 warna per hari," tambah dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.

Tapi untuk penderita diabetes sebaiknya diatur waktu makan buah, misalnya 2 porsi saat makan pagi, 1 porsi sebagai snack, 2 porsi saat makan buah, 3 saat makan malam dan 2 saat menjelang tidur.

Porsi buah yang dimaksudkan bergantung pada jenis dan besar buah. Buah ukuran kecil seperti anggur, stroberi, blueberry 1 porsi sama dengan 5 buah.

Ukuran sedang seperti apel, jeruk, pir, pisang 1 porsi sama dengan 1 buah. Buah ukuran besar seperti semangka dan melon 1 porsi adalah 1 slice dengan potongan sedang.

Note : untuk gwe sendiri, seringnya buah itu dimakan saat jam 9 pagi dan jam 3 sore untuk mengganjal perut yg kriuk-kriuk karena porsi makan saat pagi dan siang tidak terlalu banyak. dan biasanya gwe makan apel atau pir...

sumber : disini

Tuesday, May 25, 2010

Jadi pengen pake Propolis

Beberapa hari ini dapet info soal Propolis dari teman-teman dan bebeapa website. Dikatakan bahwa propolis ini dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit secara alami. berikut artikel yang saya baca dan menyebabkan saya menjadi tertarik dengan propolis ini.

sumber artikel : trubusonline.com (sesuai dari artikelnya) atau trubus-online.co.id (pas dicek yg nyala yah ini)
ditulis ulang dari : binaapiari

Propolis gagalkan Amputasi

“Propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah.”

Mengunjungi kerabat dekat pada pertengahan 2006 berakibat fatal bagi Yatinah. Dengan Kadar gula darah 423 mg/l kakinya tak merasakan kap mesin angkutan kota yang panas. Sesampai di rumah punggung kaki melepuh.

Luka melepuh itu kemudian membengkak berisi cairan. Karena bengkak kian membesar, perempuan berusia 61 tahun itu lantas dibawa ke rumahsakit di Bekasi. Dokter menyayat dan mengeluarkan cairan lalu menjahitnya. Luka sayatan itulah awal derita. Penyakit gula membuat luka tak kunjung menutup. Dalam 3 bulan, luka itu semakin lebar dan dalam.

Meski setiap hari dicuci dengan air hangat dan dikompres, luka tak juga mengecil. Di bulan kelima, lukanya malah mulai bernanah dan menguarkan bau tak sedap. Puncaknya pada awal 2007 luka tembus sampai telapak kaki dan menjadi ganren. Ia pun tak lagi mampu berdiri, apalagi berjalan. Mobilitas perempuan 9 anak itu bergantung pada kursi roda.

Yatinah kerap bolak-balik ke klinik dan rumahsakit untuk memeriksakan lukanya. Perempuan yang hidupnya hanya mengandalkan warung makanan kecil di depan rumah itu mesti merogoh kocek Rp250.000—Rp500.000 setiap periksa. Meski demikian, ganren terus menjalar sampai kulit di sekitarnya lebam menghitam. Maret 2007, lebam kehitaman itu menjalar mendekati pergelangan kaki. “Jika sudah sampai pergelangan kaki harus di amputasi,” kata Yatinah menirukan ucapan dokter. Ia pun hanya bisa pasrah sambil terus mengkonsumsi obat dari dokter.

Propolis Sembuhkan luka diabetes

Pada April 2007, disarankan mengkonsumsi propolis. Yatinah menurut walau ragu. “Dokter di klinik dan rumahsakit dengan obat buatan pabrik terkenal saja tidak bisa menyembuhkan, apalagi suplemen biasa,” katanya. Selama 3 hari ia mengkonsumsi propolis pada pagi, siang, dan malam sebelum tidur. Menurut Yatinah, konsumsi awal rendah itu untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi.

Setelah 3 hari konsumsi, Yatinah merasakan tidak ada reaksi penolakan dari tubuh dan baunya berkurang. Saat itulah ia merasakan lukanya berdenyut, pertanda saraf perasa kembali aktif. Konsumsi pun ditingkatkan konsumsi propolis setiap minum dengan frekuensi tetap. Dua minggu mengkonsumsi, nanah berhenti keluar. Bau tidak sedap pun tidak lagi tercium. Luka di telapak mulai mengering, sedangkan luka di punggung kaki menyempit. Lebam kehitaman di sekitar luka memudar.

Saat itu konsumsi propolis masih dibarengi obat kimia. Setelah obat dokter habis, Yatinah melanjutkan pengobatan hanya dengan propolis. Sebulan setelah konsumsi, giliran luka di punggung kaki mengering bersamaan menutupnya luka di telapak. Dua bulan mengkonsumsi, nenek 17 cucu itu bisa lepas dari kursi roda. Ia kembali bisa berjalan meski agak tertatih. Tak sampai 3 bulan mengkonsumsi, luka mengerikan itu sudah lenyap.

Bukan cuma mengkonsumsi propolis secara oral, Yatinah juga menggunakan salep untuk obat luar. Ia mengoleskan salep mengandung propolis pada ganren di kakinya. Sebelumnya luka dicuci 2—3 kali dengan cairan infus. Cairan infus dipilih lantaran steril. Setelah dibilas dengan cairan madu, barulah salep dioleskan. Cairan madu menggantikan alkohol yang meskipun ampuh mengeringkan luka tapi sakitnya tidak tertahankan.

Propolis bekerja di Dalam dan luar

Menurut dr Hafuan Lutfie, dokter yang meresepkan propolis sejak 2002, propolis bisa bekerja di dalam dan di luar tubuh. Jika dikonsumsi oral, propolis memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah. “Tapi dengan catatan kelenjar pankreas masih berfungsi dan belum rusak total,” katanya. Selain membantu penyembuhan, propolis juga memberi nutrisi sehingga sel bisa beregenerasi. Fungsi itulah yang tidak bisa digantikan obat-obatan medis.

Jika digunakan di luar tubuh, misalnya dioleskan sebagai salep, propolis bisa menyembuhkan ganren dan menghilangkan nanah serta bau. Pasalnya, lem lebah itu bersifat antibakteri. Menurut Hafuan, nanah dan bau adalah sisa pertempuran antara sel darah putih dan bakteri patogen dari udara. Jika bakteri sudah dikalahkan oleh propolis, tidak ada lagi nanah penyebab bau yang terbentuk. Sifat lain propolis dan produk perlebahan lain secara umum adalah membantu pengeringan sehingga tidak dihinggapi bakteri patogen.

Daya menyembuhkan propolis tergantung kepada kadar yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar, semakin ampuh daya menyembuhkannya. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi—misal melebihi 60%—zat itu tidak bisa tercerna tubuh lantaran sifatnya yang liat dan keras. Sebagai produk nonkimiawi, propolis aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping. Toh, Hafuan mengingatkan, selain asupan propolis, penderita diabetes tetap harus menjaga pola makan dan menghindari konsumsi tinggi glukosa serta karbohidrat.

Propolis sebagai Antibakteri

Propolis ampuh memberangus diabetes melitus dan efek sampingnya lantaran kandungan CAPE alias asam kafeat fenetil ester. Penelitian Fuliang dari Universitas Zhejiang, Hangzhou, China, dan Hepburn dari Universitas Rhodes, Grahamstown, Afrika Selatan, membuktikan ekstrak propolis menurunkan kadar glukosa, fruktosamin, malonaldehida, oksida nitrat, oksida nitrat sintetase, trigliserida, sampai kolesterol total dalam darah.

Sementara hasil pengujian Propolis di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan propolis kaya alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan kuersetin, yang semuanya bersifat antioksidan.
yup, jadi pengen nyoba propolis ini. selain karena manfaat-nya juga karena berasal dari alam bukan bahan kimia. eh btw, ini bukan iklan yah.... gwe cuma menyampaikan keinginan gwe doang.